Alokasi Pupuk Subsidi Tuban Turun di 2020

Home / Berita / Alokasi Pupuk Subsidi Tuban Turun di 2020
Alokasi Pupuk Subsidi Tuban Turun di 2020 Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tuban, Darmadin Noor, Kamis, (19/01/2020). (Foto: Achmad Choirudin/TIMES Indonesia)

TIMESTUBAN, TUBAN – Alokasi pupuk subsidi dari Kementerian pertanian (Kementan) untuk Kabupaten Tuban, Jawa Timur menurun di 2020.

Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) 01 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi, memangkas alokasi pupuk bersubsidi untuk Jawa Timur hingga 50 persen.

Pada tahun 2019 lalu Kabupaten Tuban menerima alokasi mencapai 54.110 Ton Urea, di tahun 2020 ini turun menjadi 28.112 ton. Alokasi SP 36 tahun sebelumnya sejumlah 9.834 ton kini cuma 4.551 ton. Kemudian pupuk jenis NPK di tahun lalu sebesar 28.942 ton sedangkan untuk tahun ini hanya sebesar 21.450 ton.

Penurunan alokasi secara signifikan terjadi pada pupuk jenis ZA dan Organik. Alokasi pupuk ZA di tahun 2019 sebesar 7.886 ton, tahun ini turun menjadi 3.085 ton. Sedangkan jenis pupuk Organik tahun lalu sejumlah 31.591 ton kini hanya menyisakan 6.561 ton saja.

"Benar, alokasi pupuk subsidi di tahun ini untuk Tuban turun," jelas Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tuban, Darmadin Noor, Kamis, (19/01/2020).

Darmadin menjelaskan, lokasi pupuk bersubsidi Kabupaten Tuban tahun lalu sebelum dipangkas hanya mampu memenuhi 30 persen dari jumlah kebutuhan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

"Pengurangan pupuk di tahun ini yang mencapai hingga 50 persen ini diperkirakan hanya mampu memenuhi 15 persen saja dari kebutuhan keseluruhan RDKK," beber Dharmadin.

Guna mengatasi kekurangan kebutuhan pupuk, Dinas Pertanian akan mengajukan usulan tambahan jumlah alokasi pupuk bersubsidi, sehingga dengan tambahan itu nantinya dapat menambah kuota untuk memenuhi kebutuhan para petani.

"Kami akan mengajukan usulan tambahan alokasi ke Kementan, sehingga bisa memenuhi kebutuhan petani akan pupuk subsidi. Namun jika tidak diterima, alternatif lain bagi petani agar tetap bisa membeli pupuk meskipun berstatus Nonsubsidi, yakni dengan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR)," jelasnya.

Disampaikan, KUR disebut alternatif, karena selain telah menyediakan program pinjaman untuk petani, beban bunganya juga rendah yakni hanya 6 persen per tahun. "Kami akan memberi kawalan pada petani untuk pemenuhan pupuk subsidi di Tuban itu," tegasnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com