Warga Probolinggo Tak Mau Gedung SDN Dijadikan Tempat Karantina Pemudik

Home / Berita / Warga Probolinggo Tak Mau Gedung SDN Dijadikan Tempat Karantina Pemudik
Warga Probolinggo Tak Mau Gedung SDN Dijadikan Tempat Karantina Pemudik Gedung SDN Besuk Agung, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, yang semula dijadikan karantina Covid-19.(FOTO: Dicko W/TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESTUBAN, PROBOLINGGO – Warga Desa Besuk Agung, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, memprotes  rencana gedung sekolah dasar negeri (SDN) setempat  untuk  dijadikan tempat karantina bagi pemudik dalam antisipasi pencegahan Covid-19.

Warga memprotes   gedung sekolah dijadikan karantina, pasalnya lokasi SDN tersebut  dekat dengan pemukiman, dan warga khawatir akan tertular Virus Corona.

Aksi protes tersebut, merupakan  bentuk keselamatan warga, agar di Desa itu, tetap steril dari Virus Corona.

“Karena  awal mulanya tempat karantina sudah ditentukan, yakni di SMP Negeri 1 Besuk, namun pada berjalannya waktu ada perubahan  kalau  Satgas Covid-19 tingkat  Kecamatan, akan menjadikan SDN Besuk Agung sebagai tempat karantina,” kata Hasan, salah satu warga setempat, Jumat (10/4/2020).

Sementara itu, Kepala Desa Besuk Agung, Edi Susanto mengungkapkan, pihaknya tetap mengayomi warganya, dimana warga tidak setuju jika SDN itu dijadikan sebagai tempat karantina pemudik yang berkaitna dengan Covid-19.

“Saya sebagai Kepala Desa, harus mengikuti kemauan warga. Yang jelas saya juga tidak setuju. Kami telah melakukan musyawarah lagi dengan pihak terkait, agat karantina itu tetap di gedung SMP,” ujar Edi.

Kata Edi, alasan warga karena tak ingin tertular virus. Karena lokasi gedung SDN itu ditengah pemukiman warga.

Setelah dilakukan musyawarah, hasilnya disepakati. Karantina untuk Covid-19 akhirnya bertempat di gedung SMP sesuai rencana awal. (*)

 

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com