Kementerian PUPR RI: Jalan Tol Balsam Dukung Konektivitas untuk Pembangunan IKN

Home / Berita / Kementerian PUPR RI: Jalan Tol Balsam Dukung Konektivitas untuk Pembangunan IKN
Kementerian PUPR RI: Jalan Tol Balsam Dukung Konektivitas untuk Pembangunan IKN Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono meninjau progres konstruksi seksi 1 dan 5 Jalan Tol Balsam, Kamis (5/12/2019). (FOTO: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR RI)

TIMESTUBAN, BALIKPAPAN – Balikpapan- Jalan Tol Balikpapan–Samarinda (Jalan Tol Balsam) yang saat ini tengah dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI (Kementerian PUPR RI), diharapkan akan mendukung konektivitas untuk pembangunan Ibu Kota Negara (pembangunan IKN).

Konektivitas tersebut yakni melintasi Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, yang menjadi salah satu Kabupaten selain Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai kawasan calon IKN di Kaltim yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Basuki-Hadimuljono-12.jpg

“Direncanakan dengan adanya jalan tol yang memiliki nilai investasi sebesar Rp 9,9 triliun ini dapat memangkas biaya logistik barang dan jasa dan waktu tempuh antara Balikpapan-Samarinda dari sekitar 3 jam, menjadi 1 jam,” kata Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono usai meninjau progres konstruksi seksi 1 dan 5 Jalan Tol Balsam, Kamis (5/12/2019). 

Menteri Basuki menambahkan, Jalan Tol Balikpapan–Samarinda juga menjadi akses penghubung Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan. “Akses menuju bandara ini dapat ditempuh dalam waktu 15-20 menit dengan melewati Seksi V ruas Balikpapan–Sepinggan yang hanya berjarak sekitar 8 km dari bandara,” imbuhnya.

Tol-Balsam.jpg

Jalan Tol Balsam dibangun sejak November 2016  terdiri dari 5 seksi, yaitu Seksi I ruas Balikpapan – Samboja (22,03 Km), Seksi II ruas Samboja – Muara Jawa (30,98 Km), Seksi III Muara Jawa – Palaran (17,50 Km), Seksi IV Palaran – Samarinda (17,95 Km), dan Seksi V ruas Balikpapan - Sepinggan (11,09 Km).

Dari lima seksi, Kementerian PUPR RI dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan dukungan pembangunan konstruksi di Seksi I dan Seksi V yang bertujuan meningkatkan kelayakan finansial ruas tol tersebut.

Tol-Balsam-2.jpg

Pembangunan Seksi 1 menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltim sebesar Rp 1,5 triliun dan APBN sebesar Rp 271 miliar, dimana Rp 79,88 miliar diantaranya dialokasikan untuk pembangunan Jembatan Manggar sepanjang 613 meter.

Sedangkan untuk Seksi V didanai oleh APBN yang berasal dari pinjaman dari Pemerintah China sebesar Rp 848,55 miliar atau sekitar 8,5% dari total investasi. Untuk Seksi II-III dan IV, pembangunannya menggunakan dana Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT Jasa Marga Balikpapan-Samarinda.

Adapun untuk nilai investasinya, menurut Menteri Basuki harus disesuaikan dengan desain perencanaan yang sudah ditetapkan Kementerian PUPR RI. Apabila, tidak membutuhkan konstruksi melayang atau (elevated) maka investasi jalan tol untuk pembangunan IKN ini diperkirakan mencapai Rp120 miliar-Rp150 miliar per km. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com