Stop Gunakan Obat Nyamuk Bakar, Ini Bahayanya

Home / Gaya Hidup / Stop Gunakan Obat Nyamuk Bakar, Ini Bahayanya
Stop Gunakan Obat Nyamuk Bakar, Ini Bahayanya Obat nyamuk bakar (FOTO: anibee.tv)

TIMESTUBAN, JAKARTAObat nyamuk bakar menjadi salah satu alternatif untuk mengusir nyamuk. Penggunaan obat nyamuk di negara Indonesia sering digunakaan oleh masyarakat dengan kelas ekonomi menengah ke bawah karena harganya yang terjangkau.

Meski ampuh mengusir nyamuk, tahukah Anda jika obat nyamuk bakar berbahaya untuk kesehatan? Asap yang dihasilkan dari obat nyamuk berisikan polutan yang dapat menjadi masalah kesehatan yang serius. Berikut bahaya obat nyamuk bakar bagi kesehatan.

1. Gangguan Kesehatan Paru
Asap dari obat nyamuk bisa lebih berbahaya dibanding asap kendaraan. Penelitian menemukan kerusakan paru yang diakibatkan dari satu obat nyamuk ternyata setara dengan kerusakan yang diakibatkan dari 100 batang rokok.

Pada obat nyamuk bakar terdapat kandungan zat DDVP (Dichlorovynil Dimetyl Phosfat). Zat ini sangat berbahaya, jika terpapar terus menerus dalam jangka waktu lama akan mengakibatkan kerusakan dari sistem pernapasan.

2. Penyebab Sinusitis
Obat nyamuk bakar mengandung zat formaldehida. Zat ini tidak berwarna, mudah terbakar dan juga baunya sangat kuat. Zat ini seringkali mengakibatkan masalah di hidung dan organ yang lainnya.

Formaldehida yang dibakar akan sama dengan merokok sebanyak 51 batang rokok yang dibakar. Oleh karena itu, jika terlalu sering menggunakan obat nyamuk bakar dapat berakibat pada sinusitis hingga kanker sinus.

3. Pemicu Kanker
Terlalu sering menggunakan obat nyamuk bakar dapat memicu kanker. Hal ini disebabkan oleh kandungan dichlorovynil dimetyl phosfat yang ada dalam obat nyamuk. Hal ini dapat menimbulan kerusakan serius pada sistem saraf, pernapasan, dan memicu kanker jika secara terus menerus terpapar dalam jangka waktu yang lama. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com